Rahajeng Rahina Saraswati

Keluarga Besar BPR TAPA mengucapkan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1440 H”
May 7, 2019
Rahajeng Rahinan Pagerwesi
May 16, 2019

Rahajeng Rahina Saraswati

Something is wrong.
Instagram token error.
Load More
dewi saraswati

Hari Raya Saraswati adalah hari turunnya ilmu pengetahuan, Umat Hindu Dharma di Bali merayakannya setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali pada Sabtu (Saniscara), Umanis (Legi), Watugunung. Pada hari saraswati dilakukan pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni.

Di Bali, Dewi Saraswati disebut Hyangyangning Pangaweruh atau Dewa ning Pangaweruh yaitu dewa yang menguasai ilmu pengetahuan yang linggastana di Aksara atau huruf. Dewi saraswati yang dipuja sebagai penguasa ilmu pengetahuan yang linggastana-Nya adalah aksara, mempunyai berbagai keutamaan. Di dalam pustaka suci Weda terdapat beberapa puja dan pujian mengenai keutamaan Beliau. Seperti misalnya dalam Reg Veda I.3.10 yang berbunyi demikian.
“Pavaka nah Saraswati Vajebhir Vajinivari Yajnam vastu dhiyavasuh”
Terjemahan:
“Semoga Saraswati, yang menyucikan, yang amat kaya, yang memiliki sumber ilmu pengetahuan, mendatangi persembahan kami”. (Agastia.1997:52)

Mengenai makna simbol-simbol dan atribut Dewi saraswati juga dijelaskan dalam Kamus Istila Dalam Agama Hindu (Kondra.2015:121-122). Dikatakan bahwa Hari Saraswati atau Hari Dewanya Ilmu Pengetahuan juga sebut hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati. Beliau dilambangkan dengan seorang Dewi membawa wina, genitri, pustaka suci, serta duduk diatas angsa. Adapun arti simbul-simbul tersebut antara lain:

  1. Dewi adalah simbol kekuatan yang indah, cantik, menarik, lemah lembut, dan mulia sebagaimana sifat dari ilmu pengetahuan itu.
  2. Alat Musik (wina) adalah simbul seni budaya yang agung.
  3. Genitri adalah simbul dari kekekalan dan tak terbatasnya ilmu pengetahuan itu.
  4. Pustaka Suci adalah simbul dari ilmu pengetahuan suci.
  5. Teratai adalah simbul kesucian ilmu pengetahuan yang bersumber dari Sang Hyang Widhi.
  6. Angsa adalah simbul dari kebijaksanaan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk

dari makna atribut inilah dapat kita dapat mengetahui bahwa ilmu-ilmu kesucian dan pengetahuan tidak ada habis-habisnya. Meskipun manusia mampu mengumpulkan berbagai ilmu sebanyak-banyaknya sepanjang hidupnya, tetapi itu hanya sekelumit saja dari yang ada. Jadi kemampuan manusia hanya terbatas. Oleh karena itu, janganlah manusia menyia-nyiakan kehidupanya sebagai manusia. Kumpulkan sebanyak-banyaknya ilmu-ilmu yang menjadi minatnya, tidak hanya ketika manusia masih dalam masa brahmacarya, tetapi seterusnya, hingga tiba saatnya ke asalnya.

Sumber :

//www.mutiarahindu.com/2018/03/pengertian-dan-makna-simbol-atribut.html